Home News Warga di Bone Resah Kandang Industri Ayam Potong Ada di Tengah Permukiman

Warga di Bone Resah Kandang Industri Ayam Potong Ada di Tengah Permukiman

15
0
Warga di Bone Resah Kandang Industri Ayam Potong Ada di Tengah Permukiman


Bone

Warga di Kelurahan Toro, Kecamatan Taneteriattang Timur, Kabupaten Bone, Sulsel, mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone untuk melaporkan keberadaan kandang ayam milik industri peternakan yang ada di tengah permukiman mereka. Mereka menuntut DLH segera mencarikan solusi.

Menurut warga, keberadaan kandang ayam tersebut sudah sangat mengganggu kenyamanan warga, salah satunya udara yang tercemar oleh aroma kandang.

“Rumah saya paling dekat, tembok saja yang batasi. Baunya itu luar biasa mengganggu. Istri saya bahkan tidak bisa makan. Di rumah itu harus pakai kipas angin terus. Saya juga kalau tidur pakai masker,” terang Andi Ansar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/6/20).

Warga lainnya mengatakan jika kondisi kesehatannya semakin memburuk akibat dampak dari industri ayam potong tersebut. Diketahui industri tersebut mampu mengolah 4.000 ekor ayam per 3 bulan. Warga mengeluh banyak lalat di permukiman mereka.

“Kondisi rumah begini, banyak lalat padahal sudah disemprot pakai Baygon. Jarak rumah ke kandang sekitar 20 meter lebih. Kalau lalat banyak begini, kami takut kesehatan terganggu. Belum lagi baunya itu menyengat,” ungkap Saman saat ditemui detikcom di kediamannya.

Selain itu, warga mengungkap pernah mendapatkan intimidasi dari pemilik usaha tersebut jika saja berani menghalangi ataupun melaporkan usahanya ini jika suatu saat ditutup.

“Kandang ayam ini dibangun sekitar pertengahan 2018 lalu. Saat ini, bakal panen untuk kali kedua. Sempat berhenti, tapi bibit lagi. Pernah kami protes ke kelurahan, tapi ada ancaman kami dilaporkan ke Polisi. Dia perlihatkan kartu identitas sebagai wartawan dari media KPK,” ungkap salah seorang warga yang dibenarkan warga lainnya.

Selain itu warga pun akan dimintai ganti rugi jika usahanya nanti tutup jika suatu saat pihak berwenang turun tangan.

Sementara itu, pihak DLH Bone menyebut industri peternakan ayam tersebut tidak memiliki izin usaha ataupun IMB.

“Kami sempat cari tahu juga ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), tidak ada izin usaha dari pemilik. Kami akan menindaklanjuti laporan ini. Untuk tahap awal kami akan menyurati pemilik usaha dengan teguran bersama dan tembusan ke pihak terkait serta kepolisian,” terang Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Bone Aspar saat ditemui.

(nvl/nvl)



Source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here