Siapa yang disebut bangsa Hittite?

No comment 196 views
hittite warriors ankara lmauldin Wikipedia

hittite warriors ankara lmauldin Wikipedia

Orang Hittite adalah penghuni peling awal yang diketahui menempati wilayah negara Turki modern. Mereka mulai berkuasa di daerah ini sekitar tahun 1900 SM dan selama beberapa abad kemudian, mereka menaklukkan sebagian Mesopotamia dan Suriah. Pada tahun 1500 SM, mereka telah menjadi kekuatan yang memimpin di Timur Tengah. Budaya dan bahasa Hittite adalah Indo-Eropa, tetapi para sarjana tidak mengetahui apakah orang Hittite berasal dari Eropa atau dari Asia bagian tengah. Mereka merupakan bangsa pertama yang menggunakan kereta perang dalam perang. Para pemanah orang Hittite melepaskan anak panah dari kereta perang ini, memberikan keunggulan besar atas muduh-muduh mereka.

Salah satu perang terbesar dari zaman kuno terjadi sekitar tahun 1285 SM di Kadesh di Sungai Orontes, di sebelah utara Palestina. Mutwatallis, pemimpin bangsa Hittite, bertempur dalam perang dengan hasil yang meragukan melawan pasukan bangsa Mesir di bawah Ramees II, yang nyaris gagal melarikan diri hidup-hidup.

Bangsa Het adalah bangsa Anatolia kuno yang menuturkan bahasa dari cabang Anatolia dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Bangsa ini mendirikan kerajaan yang berpusat di Hattusa. Bangsa Het mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 SM, ketika sebagian besar Anatolia, Suriah barat laut, wilayah hingga mulut sungai Litani (kini Lebanon), dan daerah timur hingga Mesopotamia hulu, berhasil ditaklukan. Setelah tahun 1180 SM, Bangsa Het mengalami disintegrasi menjadi beberapa negara-kota “Het-Baru”, beberapa mampu bertahan hingga abad ke-8 SM.

Hattusa Kota Bangsa Hettite

Hattusa Kota Bangsa Hettite

Kerajaan Het (Hittite kingdom) secara konvensional dibagi atas 3 periode:

  • Kerajaan Het Lama (Old Hittite Kingdom; ~ 1750–1500 SM)
  • Kerajaan Het Pertengahan (Middle Hittite Kingdom; ~1500–1430 SM) dan
  • Kerajaan Het Baru (New Hittite Kingdom, the Hittite Empire proper; ~ 1430–1180 SM).

Dari dinasti Het yang meninggalkan catatan, anggota yang diketahui paling awal adalah Pithana, yang tinggal di kota Kussara. Pada abad ke-18 SM, Anitta, putra dan sekaligus penerusnya, membuat kota Neša menjadi salah satu ibukotanya dan menggunakan bahasa Het dalam tulisannya di sana. Namun, Kussara tetap menjadi ibukota dinasti tersebut selama hampir seabad sampai Labarna II menetapkan Hattusa sebagai ibukota negara, mungkin mengambil alih nama tahta Hattusili, “orang Hattusa”, pada waktu itu.

Firaun Mesir Ramesses II menyerang benteng Het dalam pengepungan terhadap kota Dapur.
Kerajaan Tua, berpusat di Hattusa, mencapai puncak kejayaan selama abad ke-16 SM. Kerajaan ini pernah mengalahkan Babilonia pada suatu ketika, tetapi tidak berusaha untuk memerintah di sana, menyebabkan orang Kassit bangkit dan memerintah di sana selama lebih dari 400 tahun.

Selama abad ke-15 SM, kekuasaan Het menghilang, muncul kembali dalam pemerintahan Tudhaliya I sejak ~ 1400 SM. Di bawah Suppiluliuma I dan Mursili II, kerajaan berkembang sampai ke sebagian besar Anatolia dan sebagian Siria dan Kanaan, sehingga pada tahun 1300 SM, kerajaan Het berbatasan dengan Asyur dan Mesir, yang menyebabkan terjadinya Pertempuran Kadesh pada tahun 1274 SM.

Perang saudara dalam perebutan tahta, ditambah ancaman dari “Orang-orang Laut” (Sea Peoples), melemahkan kerajaan Het dan, di akhir tahun 1160 SM, kerajaan ini runtuh. Negara-negara kecil yang muncul pada zaman “Kerajaan Het Baru” (Neo-Hittite) di bawah kekuasaan Asyur masih ada sampai ~700 SM. Dialek Het dan Luwian dari Zaman Perunggu berkembang menjadi bahasa-bahasa Lydia, Lycia dan Karia.

Bekas-bekas bahasa ini masih ada pada periode Akhameniyah/Persian (abad ke-6th sampai ke–4 SM) dan akhirnya punah akibat penyebaran budaya Helenistik Yunani mengikuti penjajahan Aleksander Agung di Asia Minor pada abad ke-4 SM.

author
Author: 

    Leave a reply "Siapa yang disebut bangsa Hittite?"