Home News Kemenko Perekonomian Raih WTP Sembilan Kali, Ini Pesan Airlangga

Kemenko Perekonomian Raih WTP Sembilan Kali, Ini Pesan Airlangga

11
0
Kemenko Perekonomian Raih WTP Sembilan Kali, Ini Pesan Airlangga


Jakarta

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sukses mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2011. Predikat tertinggi itu diberikan atas Laporan Keuangan tahun 2019.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Kemenko Perekonomian yang telah bekerja keras dan mendukung terwujudnya opini WTP yang kita peroleh ini. Semoga kita dan BPK terus bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan keuangan Negara yang baik untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020).

Menurut Airlangga opini WTP dari BPK ini diharapkan juga dapat menunjang perbaikan kinerja di kementeriannya. Ia berharap seluruh staff dan karyawan Kemenko Perekonomian terus membangun sistem pengendalian internal yang memadai guna meningkatkan pelayanan masyarakat dan kepercayaan stakeholders.

“Kami berharap kepada jajaran Pimpinan di Kemenko Perekonomian agar tidak hanya berlomba mengejar opini WTP, tetapi juga harus bekerja keras dalam melaksanakan praktik tata kelola pemerintah yang baik berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang diemban,” ungkap Airlangga.

Sebagaimana amanat UUD 1945 dan UU Keuangan Negara, BPK dalam melaksanakan tugasnya memiliki standar ketat dalam pemeriksaan keuangan negara terkait dengan opini atas laporan keuangan. Pemeriksaan yang dilakukan BPK menggunakan empat kriteria, yakni laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan informasi laporan keuangan, efektivitas sistem, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Terhadap hasil pemeriksaan, Airlangga Hartarto berjanji akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK. Semua laporan akan dilengkapi dengan timeline penyelesaian yang jelas dan menyampaikan monitoring tindak lanjut secara periodik.

“Dalam menyelenggarakan APBN, Kemenko Perekonomian berkomitmen untuk mengedepankan tata kelola yang baik (good governance) agar seluruh kebijakan berdampak positif dan optimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Airlangga.

Airlangga mengatakan pelaksanaan APBN 2019 dan tantangan yang muncul pada tahun 2020 seperti pandemi COVID-19 perlu penanganan yang berbeda. Kebijakan penggunaan belanja pada tahun 2019 kini diarahkan untuk meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dan produktif.

Penguatan kualitas sumber daya manusia pun menjadi sangat vital. Selain itu, hal ini juga mendorong perbaikan iklim investasi dan peningkatan daya saing serta stabilitas harga pangan.

Airlangga berpendapat pandemi COVID-19 memberikan tekanan besar pada keuangan negara dan perekonomian nasional. Tekanan tersebut antara lain disebabkan faktor pelemahan harga minyak, tekanan nilai tukar rupiah, dan penurunan pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, dirinya berharap agar semua pihak bisa membangun optimisme untuk bangkit di tengah dinamika perekonomian akibat pandemi ini.

“Marilah kita bangun optimisme di tengah dinamika perekonomian melalui peningkatan sinergi oleh semua pihak dalam pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan bidang perekonomian,” pungkas Airlangga.

(ega/ega)



Source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here