Home News Ancang-ancang Jokowi Jual Vaksin Corona Bila Kebutuhan Terpenuhi

Ancang-ancang Jokowi Jual Vaksin Corona Bila Kebutuhan Terpenuhi

13
0
Ancang-ancang Jokowi Jual Vaksin Corona Bila Kebutuhan Terpenuhi


Jakarta

Indonesia sudah berada di rel yang tepat dalam upaya pencarian vaksin virus Corona (COVID-19). Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengambil ancang-ancang untuk menjual vaksin Corona ke negara lain, tapi dengan syarat.

Jokowi awalnya mengatakan bahwa saat ini banyak negara yang belum siap dengan vaksin COVID-19. Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas (rapat) laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2020).

“Menurut saya, track kita ini sudah betul baik tahapan mencari vaksin, negara lain belum cari vaksin, kita sudah ke sana-ke sini untuk mencari vaksin,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan Indonesia telah memiliki komitmen 290 juta vaksin COVID-19 sampai 2021. Jumlah itu, sebut dia, merupakan gabungan dari vaksin yang diproduksi di dalam negeri dan luar negeri.

“Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari Bu Menlu, Pak Menteri BUMN, sampai 2021 kita sudah kurang lebih mendapat komitmen 290 juta. Itu sebuah yang besar sekali. Negara lain mungkin satu dua juta belum, kita sudah 290 juta, baik yang diproduksi di sini maupun yang nanti akan diproduksi di luar,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengapresiasi apa yang telah dicapai. Hanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mewanti-wanti soal komunikasi.

“Saya kira ini berita yang sangat bagus, dan kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik tadi confident market, confident dunia usaha betul-betul bisa kita berikan ke mereka,” ucapnya.

Barulah kemudian, presiden yang merupakan kader PDIP itu menyatakan, peluang untuk menjual vaksin COVID-19 ke negara lain masih terbuka. Syaratnya, kata Jokowi, vaksin yang dimiliki Indonesia lebih dari yang dibutuhkan.

“Sampai akhir 2020 kita akan dapat berapa 20-30 juta, sampai akhir tahun ini. Kemudian sampai akhir 2021, kira-kira jumlahnya 290 juta. Ini jumlah yang sangat besar sekali, sehingga nanti saat vaksin merah putih kita ketemu kita bisa produksi lebih banyak, dan kalau memang apa yang kita miliki berlebih dari yang kita gunakan, ya, nggak apa-apa dijual ke negara lain, karena di ASEAN saja saya lihat belum ada yang siap dengan vaksin sebanyak yang tadi saya sampaikan,” papar Jokowi.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, komitmen 290 juta vaksin COVID-19 itu dapat setelah Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengunjungi dua negara. Dua negara yang dimaksud adalah China dan Uni Emirat Arab (UAE).

“Dari sisi kami melihat, hasil kunjungan tersebut sangat baik bahkan melebihi harapan kita semula,” ucap Retno saat jumpa pers usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Senin (24/8).



Source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here